Adanyabahan pakan buatan akan mempermudah para peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan patin. Pastikan anda bisa mengatur pemakaian pakan buatan seperti pelet sebagai solusi lebih murah. Harganya pun bervariasi dari 80 ribuan per karung atau lebih. Merk pakan ikan patin Ada banyak sekali merk pakan ikan patin yang bisa anda pilih. boPL54. Authors Armar Riliansyah Tamala Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fitradi Rizki Ramadhani Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jilan Nuriah Hasanati Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Raka Ryandra Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rizka Tsania Annisa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Intan Rahma Putri Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang Utari Retno Augustin Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang Narti Fitriana Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Mades Fifendy Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang Keywords Budidaya, Ikan, Parasit, Pencegahan, Pengobatan Abstract Budidaya ikan air tawar di Indonesia seringkali dihadapkan pada kendala berupa penyakit yang disebabkan oleh parasit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi peternak ikan air tawar terhadap parasit. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2021 menggunakan kuisioner dengan 100 responden di kota Jabodetabek, Padang Panjang, dan Solok. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan dianalisis data dilanjutkan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 5 genus parasit yang ditemukan pada 17 jenis ikan air tawar yang dibudidayakan seperti Lernaea. Ektoparasit yang umum ditemukan adalah Argulus, Ichthyopthirius, Lernaea dan Myxosporea sedangkan endoparasit adalah Gnathostoma. Berdasarkan perhitungan persepsi pembudidaya ikan air tawar, 79% setuju jenis pakan merupakan penyebab penyakit pada ikan, 95% setuju ikan yang terkena hama dan penyakit nafsu makannya berkurang. Berdasarkan perhitungan mengenai tingkah laku ikan saat terkena penyakit, 61% setuju ikan menggosok-gosokan tubuhnya, 70% setuju ikan kurang responsif terhadap kejutan, 66% setuju pergerakan ikan tidak terarah, 96% setuju kondisi ikan terlihat lemah, 79% setuju ikan cenderung diam. Hal utama yang dilakukan pada ikan yang terkena penyakit ialah dengan pemberian obat, pengobatan yang dilakukan adalah menggunakan senyawa kimia. Pencegahan penyakit yang umum dilakukan ialah menjaga kualitas air dan pemberian pakan sesuai dosis. Kajian ini menunjukkan bahwa parasit dapat ditemukan pada berbagai jenis ikan air tawar. PDF How to Cite Tamala, A. R. ., Ramadhani, F. R., Hasanati, . J. N. ., Ryandra, R. ., Annisa, . R. T. ., Putri, I. R. ., Augustin, U. R. ., Fitriana, N. ., & Fifendy, M. . 2021. PERSEPSI PETERNAK IKAN AIR TAWAR TERHADAP PARASIT PADA BUDIDAYA PERIKANAN. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 11, 510–525. Copyright & Licensing Copyright c 2021 Armar Riliansyah Tamala, Fitradi Rizki Ramadhani, Jilan Nuriah Hasanati, Raka Ryandra, Rizka Tsania Annisa, Intan Rahma Putri, Utari Retno Augustin, Narti Fitriana, Mades Fifendy This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike International License which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium Most read articles by the same authors Intan Rahma Putri, Zultsatunni’mah, Dwi Hilda Putri, Resti Fevria, Linda Advinda, PEMBUATAN YOGHURT MENGGUNAKAN BIOKUL SEBAGAI STARTER , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Amelia Tri Hutami, Ayu Zuhrotul Munawaroh, Fitradi Rizki Ramadhani, Niken Agustin, Nuke Leisya, Nurma Dwi Safitri, RizkaTsania Annisa, Ardian Khairiah, Priyanti, Des M., ETNOBOTANI TUMBUHAN PENGHASIL BAHAN BANGUNAN DI DESA PULUNG REJO, KECAMATAN RIMBO ILIR, KABUPATEN TEBO, JAMBI , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Mudrikah Nurul Hidayah, Dewi Saputri, Niken Agustin, Aurelia Salsabila, Nur Dina Amalia, Annisa Utsani Hasanah, Rahmi Aliffah Zakiyyah, Narti Fitriana, Mades Fifendy, Kajian Pemahaman dan Upaya Pencegahan Generasi Milenial dan Generasi Z di Provinsi DKI Jakarta Terhadap Zoonosis , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Denisa Maharani Permata Putri, Andi Alwi Absar, Ayu Zuhrotul Munawaroh, Berlian Hasan, Indah Ratu Nuraini, Afnita Zulma Putri, Alya Fariani, Narti Fitriana, Mades Fifendy, KONTAMINASI TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH PADA SELADA Lactuca sativa L. DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL KOTA PADANG , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Ade Cici, Atika Rahmawati, Firda Indraswati, Hanifa Maulia Hasrida, Yussi Sanjaya, Narti Fitriana, A. Nabilla, Fitria Oktiana, Mades Fifendy, ANALISIS SIKAP DAN PENGETAHUAN REMAJA RENTANG UMUR 15-22 TAHUN TENTANG PENYAKIT KECACINGAN , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Ranum Mellina Hindrianingtyas, Fadya Aldama Chandri Afrista, Ananda Amelia Sahardjo, Rifqi Adityansah, Sulyanah, Awaliah Tahta Utami, Raisa Putri Sani, Santi Ainun Rodiah, Narti Fitriana, Mades Fifendy, PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP KASUS CACINGAN PADA BALITA USIA 0-60 BULAN , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Syalwa Ersadiwi Shalsabilla, Siti Fatimah Yulianto, Aisa Nazihah, M. Alfaraidza Azhari, Taqiyudin Zanki H, Novita Sukawati, Maya Ayuni, Narti Fitriana, Mades Fifendi, Persepsi Masyarakat Tentang Kontaminasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminth Pada Daun Kemangi , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Mohammad Syamsul Rijal, Anjani Suci Lestari, Amin Indra Wahyuni, Aulia Rahma Maulida, Adelia Nur Kholifah, Umi Sarofa, Siska Putri, Narti Fitriana, Mades, Persepsi Mahasiswa Sebagai Kalangan Milenial Terhadap Penyakit Kaki Gajah / Filariasis , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Nadini Nur Khodijah, Ananda Eka Putri, Aulia Zahra Sugiarto, Ely Novianti, Nita Yunitasari, Nur Azzima, Cahaya Kamila Putri, Afifah Anggraini, Narti Fitrian, Mades Fifendy, Preferensi Nyamuk Culicidae terhadap Pemilihan Media Oviposisi , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Nur Amelia Rahmi, Maydiana Putri , Frieska Mulya Azzahra, Thias Bulan Nur Andini, Latifah Azzahra, Narti Fitriana, Sri Rahmadani Fitri , Nelfia Pitri, Mades Fifendy, Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Soil Trasmitted Helminths pada Sayuran Mentah , Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 1 No. 1 2021 PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 1 Perikanan darat merupakan usaha pemeliharaan dan penangkapan ikan di perairan darat. Jenis ikan air darat di Indonesia dibagi menjadi dua kategori, yaitu air payau dan air tawar. Lalu, apa perbedaan ikan air payau dan ikan air tawar?Dijelaskan dalam buku Geografi Membuka Cakrawala Dunia oleh Bambang Utoyo, perbedaan kedua jenis perikanan darat tersebut adalah wilayah tempat penangkapan dan jenis ikan air tawar dapat dilakukan di sungai, danau, empang atau kolam, sawah, dan bendungan waduk atau danau buatan. Sedangkan untuk jenis ikan air payau dapat dilakukan di daerah sekitar pantai dalam bentuk wilayah tempat penangkapan dan budidayanya, ada pun beberapa perbedaan lain dari ikan air payau dan ikan air tawar. Agar lebih paham, simak penjelasan selengkapnya tentang perbedaan ikan air payau dan ikan air tawar di bawah Ikan Air Payau dan Ikan Air TawarBerikut ini beberapa perbedaan ikan air payau dan air tawar yang diterangkan oleh Wijaya Jati dalam buku Biologi Interaktif Kls. XI ikan air payau adalah semua jenis ikan di tambak dekat daerah pantai. Air payau adalah air campuran antara air laut dengan air tawar atau air yang kadar garamnya hal tersebut, jenis ikan ini dapat hidup dalam dua wilayah, yaitu di air tawar dan air laut. Jenis-jenis ikan air payau, misalnya ikan bandeng, ikan kadalan, dan ikan tiga jenis ikan tersebut dapat dipelihara bersama-sama. Namun, ada kekhawatiran nantinya salah satu jenis ikan tidak memperoleh makan yang cukup karena kalah bersaing dalam memperebutkan dengan jenisnya, ini adalah jenis ikan yang tidak memiliki rasa apapun. Itu karena kadar garam pada air tawar sangat segi ekonomi, jenis ini juga lebih murah ketimbang ikan jenis lainnya. Jenis ikan tawar ini bisa kita temui di beberapa tempat seperti sungai, sumur, pegunungan, ataupun tempat lainnya. Ikan yang hidup di lingkungan sungai atau empang tersebut biasanya memakan segala sesuatu yang jatuh ke sungai atau empang, termasuk jenis ikan air tawar ada bermacam-macam. Contohnya adalah ikan mas, ikan tawes, ikan nilem, ikan gurami, ikan tambakan, ikan sepat, ikan mujair, ikan tombro, ikan lele, ikan gabus, dan ikan lele, para peternak ikan cenderung memilih jenis lele dumbo daripada jenis lele lokal. Hal ini karena bibit lele lokal cukup jarang dan pemeliharaannya tidak semudah lele itu, lele dumbo lebih cepat besar. Akan tetapi, lele lokal memiliki keunggulan, yakni memiliki daging yang lebih lezat ketimbang lele untuk jenis ikan lele dan gabus yang mempunyai sifat kanibalisme, pemeliharaannya jangan digabung dengan jenis ikan lainnya. Jika dilakukan, jenis ikan yang lainnya akan menjadi makanan bagi lele atau gabus karena itu, pemeliharaan ikan sebaiknya dipilih untuk ikan yang sejenis, misalnya hanya lele saja, gabus saja, nila saja, dan sebagainya. Selain mudah penanganannya, ini juga untuk menghindari kanibalisme terhadap jenis ikan lainnya. Indonesia terkenal sebagai negara perairan. Tak cuma lautnya yang luas, pulau-pulau di Indonesia juga dilalui oleh karena itu, kuliner di Indonesia makin beragam berkat kehadiran makanan berbahan ikan air tawar. Sudah tahu belum, ada beberapa makanan khas Indonesia yang identik berbahan ikan air tawar, lho. Yuk, intip sepuluh jenisnya berikut Asam pedas ikan baung populer sekali di Riau. Rasa asam pada olahan ikan air tawar ini berasal dari tomat atau belimbing wuluh asam pedas ikan baung 2. Mangut bisa dibuat dengan menggunakan jenis ikan apa pun. Namun, cuma mangut lele yang namanya akrab sekali di telinga mangut lele 3. Pindang merupakan teknik masak berkuah yang mengandalkan rempah, cabai, dan bahan asam. Di Palembang, pindang dibuat dari ikan patinpindang patin 4. Sashimi khas Batak yang disebut naniura juga dibuat dari ikan air tawar, seperti ikan mas. Meski mentah, terdapat bumbu rempah yang nikmat naniura 5. Mujair nyat-nyat khas Bali nikmat banget disantap di segala suasana. Kuliner ini semacam ikan goreng yang dilumuri bumbu rempah mujair nyat-nyat Baca Juga 5 Makanan Khas Indonesia yang Dimasak dengan Bambu, Aromanya Sedap! 6. Keberadaan kluwek bikin gabus pucung menjadi gelap. Meski begitu, kuliner khas Betawi ini punya rasa unik yang bikin lidah penasaran gabus pucung 7. Ikan nila sering banget dipilih sebagai bahan baku membuat pesmol. Kuliner khas Sunda ini identik bercita rasa pedas dan gurih pesmol ikan 8. Pepes sidat khas Banyuwangi diyakini mampu meningkatkan vitalitas pria, lho. Sebab itu, olahan ikan tawar ini dulunya disukai oleh para raja pepes sidat 9. Pakasam merupakan fermentasi ikan khas dari Kalimantan Selatan. Bahan utama pakasam biasanya ikan sungai atau ikan air tawar pakasam 10. Eungkot paya semacam gulai khas Aceh yang berbahan dasar ikan. Seperti namanya, ikan yang digunakan berasal dari payau atau ikan air tawar eungkot paya Bagi kamu yang suka dengan olahan ikan air tawar, cobalah salah satu dari sepuluh kuliner identik ikan air tawar yang disebutkan tadi. Resepnya banyak bertebaran di internet dan sudah pasti bisa kamu coba bikin di rumah. Mana yang paling kamu sukai? Baca Juga 10 Olahan Makanan Berbahan Dasar Ikan Buntal, Berani Coba? IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.