SEBELUMNYAMAAF KALO ANE REPOST GAN :sorry MOHON SEBELUM DI BACA :rate5 DULU YA GAN :ngakak LANGSUNG AJA YA GAN !!!! Reputasi profesionalitas Anda sangatlah penting dalam kesuksesan karir atau bisnis Anda, tapi terkadang ada hal-hal yang dapat merusak reputasi tersebut. Bahkan mungkin Anda tidak menyadarinya padahal hal-hal seperti ini cukup berharga untuk diperhatikan. rQ4QMR. Ada beberapa perkara yang disangka oleh sebagian orang merusak keikhlasan, akan tetapi ternyata tidak merusak keikhlasan. Salah satu perkara tersebut adalah Beramal dalam rangka mencari surga. Sebagian orang terlalu berlebihan dan salah faham tentang keikhlasan. Orang yang beramal sholeh karena mencari surga dinamakan oleh Robiโ€™ah al-Adawiyah dengan โ€œPekerja yang burukโ€. Ia berkata ู…ูŽุง ุนูŽุจูŽุฏู’ุชูู‡ู ุฎูŽูˆู’ูู‹ุง ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูุจู‘ู‹ุง ูููŠ ุฌูŽู†ู‘ูŽุชูู‡ู ููŽุฃูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ูƒูŽุฃูŽุฌููŠู’ุฑู ุงู„ุณู‘ููˆู’ุกูุŒ ุจูŽู„ู’ ุนูŽุจูŽุฏู’ุชูู‡ู ุญูุจู‘ู‹ุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽูˆู’ู‚ู‹ุง ุฅูู„ูŽูŠู‡ู โ€œAku tidaklah menyembahNya karena takut neraka, dan tidak pula karena berharap surgaNya sehingga aku seperti pekerja yang buruk. Akan tetapi aku menyembahNya karena kecintaan dan kerinduan kepadaNyaโ€ Ihyaaโ€™ Uluum ad-Diin 4/310 Demikian juga Al-Ghozali mensifati orang yang seperti ini dengan orang yang ablah dungu. Ia barkata, ููŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ู ูู„ุฃูŽุฌู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุนูŽุงู…ูู„ูŒ ู„ูุจูŽุทู’ู†ูู‡ู ูˆูŽููŽุฑู’ุฌูู‡ู ูƒูŽุงู„ู’ุฃูŽุฌููŠู’ุฑู ุงู„ุณู‘ููˆู’ุกู ูˆูŽุฏูŽุฑูŽุฌูŽุชูู‡ู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠูŽู†ูŽุงู„ูู‡ูŽุง ุจูุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูุฐู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุฐูŽูˆููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุฌูŽุงูˆูุฒู ุฐููƒู’ุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ูููƒู’ุฑู ูููŠู’ู‡ู ู„ูุฌูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู โ€ฆ ูˆูŽู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ุฃูŽุฑู’ููŽุนู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุงูู„ู’ุชูููŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ูƒููˆู’ุญู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุทู’ุนููˆู’ู…ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู โ€œSeseorang yang beramal karena surga maka ia adalah seorang yang beramal karena perut dan kemaluannya, seperti pekerja yang buruk. Dan derajatnya adalah derajat al-balah orang dungu, dan sesungguhnya ia meraih surga dengan amalannya, karena kebanyakan penduduk surga adalah orang dungu. Adapun ibadah orang-orang ulil albab yang cerdas maka tidaklah melewati dzikir kepada Allah dan memikirkan tentang keindahanNyaโ€ฆ.maka mereka lebih tinggi derajatnya dari pada derajatnya orang-orang yang mengharapkan bidadari dan makanan di surgaโ€ Ihyaa Uluumid Diin 3/375 Tentunya ini adalah pendapat yang keliru. Bisa ditinjau dari beberapa sisi Pertama Allah telah mensifati para nabi dan juga pemimpin kaum mukminin bahwasanya mereka beribadah kepada Allah dalam kondisi takut dan berharap. Allah berfirman ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ูŠูŽุจู’ุชูŽุบููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฌููˆู†ูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฎูŽุงูููˆู†ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุญู’ุฐููˆุฑู‹ุง ูฅูง Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang harus ditakuti. QS Al-Isroo 57 Allah berfirman tentang Ibaadurrohman bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุตู’ุฑููู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุบูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง ูฆูฅ Dan orang-orang yang berkata โ€œYa Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekalโ€.QS Al-Furqoon 65 Nabi Ibrahim alaihis salaam berkata dalam doanya ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุนููŠู…ู ูจูฅูˆูŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ุฃุจููŠ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ูู‘ูŠู†ูŽ ูจูฆูˆูŽู„ุง ุชูุฎู’ุฒูู†ููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ ูจูง Dan Jadikanlah aku Termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, Dan ampunilah bapakku, karena Sesungguhnya ia adalah Termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. QS Asy-Syuโ€™aroo 85-87 Allah memuji Nabi Zakariya dan juga Nabi Yahya alaihima as-salam dalam firmanNya ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽู†ูŽุง ุฑูŽุบูŽุจู‹ุง ูˆูŽุฑูŽู‡ูŽุจู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ููˆุง ู„ูŽู†ูŽุง ุฎูŽุงุดูุนููŠู†ูŽ ูฉู  Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyuโ€™ kepada kami. QS Al-Anbiyaa 90 Demikian juga Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam terlalu banyak doa-doa beliau meminta surga dan terjauhkan dari neraka. Kedua Bahkan Allah mensifati para ulil albab orang-orang yang berakal dan cerdas bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka dan mengharapkan janji Allah. Yang ini jelas bantahan terhadap Al-Ghozali yang menganggap orang yang mengharapkan surga dan takut neraka sebagai orang yang dungu. ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู‚ููŠูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽู‚ูุนููˆุฏู‹ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูู†ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุชูŽููŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ ูููŠ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃุฑู’ุถู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽุงุทูู„ุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ููŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูกูฉูกุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู…ูŽู†ู’ ุชูุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฎู’ุฒูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ูกูฉูขุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู†ูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽุงุฏููŠู‹ุง ูŠูู†ูŽุงุฏููŠ ู„ูู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู’ ุขู…ูู†ููˆุง ุจูุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ููŽุขู…ูŽู†ู‘ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฐูู†ููˆุจูŽู†ูŽุง ูˆูŽูƒูŽููู‘ุฑู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชูู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽูˆูŽูู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฃุจู’ุฑูŽุงุฑู ูกูฉูฃุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุขุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูุฎู’ุฒูู†ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ุง ุชูุฎู’ู„ููู ุงู„ู’ู…ููŠุนูŽุงุฏูŽ ูกูฉูค Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata โ€œYa Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami mendengar seruan yang menyeru kepada iman, yaitu โ€œBerimanlah kamu kepada Tuhanmuโ€, Maka Kamipun beriman. Ya Tuhan Kami, ampunilah bagi Kami dosa-dosa Kami dan hapuskanlah dari Kami kesalahan-kesalahan Kami, dan wafatkanlah Kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan Kami, berilah Kami apa yang telah Engkau janjikan kepada Kami dengan perantaraan Rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan Kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.โ€ QS Ali Imroon 191-194 Ketiga Setelah Allah menyebutkan tentang kenikmatan-kenikmatan di surga lalu Allah memerintahkan para hambaNya untuk saling berlomba-lomba dalam memperolehnya. ูˆูŽูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽู†ูŽุงููŽุณู ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุงููุณููˆู†ูŽ ูขูฆ dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. QS Al-Muthoffifin 26 Keempat Terlalu banyak ayat dalam al-Qurโ€™an yang menjelasan tentang nikmat-nikmat surga. Maka jika seseorang tercela mengharapkan kenikmatan surga maka seakan-akan Allah telah menyesatkan hamba-hambaNya dengan mengiming-iming mereka dengan nikmat surga. Demikian juga halnya Allah sering menyebutkan tentang perihnya adzab neraka. Kelima Diantara kenikmatan surga โ€“bahkan yang merupakan puncak kenikmatan- adalah melihat wajah Allah. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam meminta kepada Allah nikmat ini, sebagaimana dalam doanya ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููŽูƒ ู„ูŽุฐู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุธู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ููƒูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽูˆู’ู‚ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู„ูู‚ูŽุงุฆููƒู โ€œDan aku memohon keledzatan memandang wajahMu, dan kerinduan untuk bertemu denganMuโ€ HR An-Nasaai no 1305 dan dishahihkan oleh Al-Albani Orang yang mengaku tidak berharap kenikmatan surga, maka apakah ia tidak ingin melihat wajah Allah?!! Keenam Banyak hadits yang mempersyaratkan โ€œpengharapan ganjaran dari Allahโ€ pada sebuah amalan. Contohnya sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู โ€œBarang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena keimanan dan berharap maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah laluโ€ HR Al-Bukhari no 38 dan Muslim no 760 ู…ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุฌูŽู†ูŽุงุฒูŽุฉูŽ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽู„ูŽู‡ู ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŒุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุฏู’ููŽู†ูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุฌู’ุฑูุŒ ู‚ููŠู’ู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŽุงู†ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽุจูŽู„ูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽูŠู’ู†ู โ€œBarangsiapa yang mengikuti janazah muslim karena keimanan dan mengharapkan ganjaran dari Allah hingga disholatkan jenazah tersebut maka bagi dia qirot pahala, dan barangsiapa yang menghadiri janazah hingga dikubur maka baginya dua qirot pahalaโ€. Maka dikatakan, โ€œWahai Rasulullah, apa itu dua qirot?โ€, Nabi berkata, โ€œSeperti dua gunung besarโ€ HR Al-Bukhari no 47 Al-Khotthoobi berkata ุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุฃูŽูŠู’ ุนูŽุฒููŠู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู’ู…ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุบู’ุจูŽุฉู ูููŠ ุซูŽูˆูŽุงุจูู‡ู โ€œIhtisaabanโ€ yaitu azimah tekad maksudnya ia berpuasa karena berharap pahala dari Allahโ€ Fathul Baari 4/115 Kota Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-, 24-10-1433 H / 11 September 2012 M Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja Berikut adalah 3 hal yang dapat merusak keikhlasan dalam beramalRiyaโ€™. Beramal karena ingin dipuji sesama manusia Ujub. Beramal lalu membanggakan atau menyombongkan Beramal karena ingin orang mendengar amalannya lalu memberinya lebih banyak lagi tentang menerima takdir dengan ikhlas PembahasanAmal saleh adalah semua perbuatan yang baik dan mendapatkan kebaikan dunia akhirat apabila dilaksanakan. Ada 3 syarat diterimanya amal saleh, antara lain sebagai berikutIMAN, artinya harus meyakini Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha artinya dilakukan semata-mata karena artinya dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah SAWCari tahu lebih dalam lagi mengenai cara agar ikhlas amal saleh dilakukan namun syarat IKHLAS dirusak oleh ujub, riyaโ€™ dan sumโ€™ah maka amal saleh tersebut tidak akan diterima. Ujub, sumโ€™ah dan riyaโ€™ adalah perilaku tercela yang merusak amalan saleh lebih lanjut tentang 10 manfaat ikhlas โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ขยป Detil JawabanKode 2 SMPMapel Pendidikan Agama IslamBab Perilaku TercelaJadiRankingSatu SUFYAN Ats Tsauri, seorang ulama ternama pernah berkata, โ€œSesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.โ€ Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada dalam setiap amal kebaikan akan senantiasa menggoda dan merusak amal-amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba. Seorang hamba akan terus berusaha untuk melawan iblis dan bala tentaranya hingga ia bertemu dengan Tuhannya kelak dalam keadaan iman dan mengikhlaskan seluruh amal karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang dapat membantu kita agar dapat mengikhlaskan seluruh amal perbuatan kita kepada Allah semata. Berikut di antaranya1 Banyak Berdoa Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah. Lihatlah Nabi kita Muhammad SAW, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah doa ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู„ูู…ูŽุง ู„ุงูŽ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ยป โ€œYa Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.โ€ Hadits Shahih riwayat Ahmad Nabi kita sering memanjatkan doa agar terhindar dari kesyirikan padahal beliau adalah orang yang paling jauh dari kesyirikan. Inilah dia, Umar bin Khattab ra, seorang sahabat besar dan utama, sahabat terbaik setelah Abu Bakar, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah, โ€œYa Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain.โ€ 2 Menyembunyikan Amal Kebaikan Hal lain yang dapat mendorong seseorang agar lebih ikhlas adalah dengan menyembunyikan amal kebaikannya. Yakni dia menyembunyikan amal-amal kebaikan yang disyariatkan dan lebih utama untuk disembunyikan seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan lain-lain. Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits, โ€œTujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya.โ€ HR Bukhari Muslim. Apabila kita perhatikan hadits tersebut, kita dapatkan bahwa di antara sifat orang-orang yang akan Allah naungi kelak di hari kiamat adalah orang-orang yang melakukan kebaikan tanpa diketahui oleh orang lain. Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda โ€œSesungguhnya sebaik-baik shalat yang dilakukan oleh seseorang adalah shalat yang dilakukan di rumahnya kecuali shalat wajib.โ€ HR. Bukhari Muslim Rasulullah menyatakan bahwa sebaik-baik shalat adalah shalat yang dilakukan di rumah kecuali shalat wajib, karena hal ini lebih melatih dan mendorong seseorang untuk ikhlas. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin ra dalam Syarah Riyadush Sholihin menyatakan, โ€œDi antara sebabnya adalah karena shalat sunnah yang dilakukan di rumah lebih jauh dari riya, karena sesungguhnya seseorang yang shalat sunnah di mesjid dilihat oleh manusia, dan terkadang di hatinya pun timbul riya, sedangkan orang yang shalat sunnah di rumahnya maka hal ini lebih dekat dengan keikhlasan.โ€ Basyr bin Al Harits berkata, โ€œJanganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu.โ€ Seseorang yang dia betul-betul jujur dalam keikhlasannya, ia mencintai untuk menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekannya. Maka dari itu wahai saudaraku, marilah kita berusaha untuk membiasakan diri menyembunyikan kebaikan-kebaikan kita, karena ketahuilah, hal tersebut lebih dekat dengan keikhlasan. 3 Memandang Rendah Amal Kebaikan Memandang rendah amal kebaikan yang kita lakukan dapat mendorong kita agar amal perbuatan kita tersebut lebih ikhlas. Di antara bencana yang dialami seorang hamba adalah ketika ia merasa ridha dengan amal kebaikan yang dilakukan, di mana hal ini dapat menyeretnya ke dalam perbuatan ujub berbangga diri yang menyebabkan rusaknya keikhlasan. Semakin ujub seseorang terhadap amal kebaikan yang ia lakukan, maka akan semakin kecil dan rusak keikhlasan dari amal tersebut, bahkan pahala amal kebaikan tersebut dapat hilang sia-sia. Saโ€™id bin Jubair berkata, โ€œAda orang yang masuk surga karena perbuatan maksiat dan ada orang yang masuk neraka karena amal kebaikannyaโ€. Ditanyakan kepadanya โ€œBagaimana hal itu bisa terjadi?โ€ Beliau menjawab, โ€œseseorang melakukan perbuatan maksiat, ia pun senantiasa takut terhadap adzab Allah akibat perbuatan maksiat tersebut, maka ia pun bertemu Allah dan Allah pun mengampuni dosanya karena rasa takutnya itu, sedangkan ada seseorang yang dia beramal kebaikan, ia pun senantiasa bangga terhadap amalnya tersebut, maka ia pun bertemu Allah dalam keadaan demikian, maka Allah pun memasukkannya ke dalam neraka.โ€ 4 Takut akan Tidak Diterimanya Amal Allah berfirman ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุขุชูŽูˆู’ุง ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฌูู„ูŽุฉูŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู’ ุฑูŽุงุฌูุนููˆู†ูŽ โ€œDan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, karena mereka tahu bahwa Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.โ€ QS. Al Muโ€™minun 60 Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang mukmin adalah mereka yang memberikan suatu pemberian, namun mereka takut akan tidak diterimanya amal perbuatan mereka tersebut Tafsir Ibnu Katsir . Hal semakna juga telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Aisyah ketika beliau bertanya kepada Rasulullah tentang makna ayat di atas. Ummul Mukminin Aisyah berkata, โ€œWahai Rasulullah apakah yang dimaksud dengan ayat, โ€œDan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan merekaโ€ adalah orang yang mencuri, berzina dan meminum khamr kemudian ia takut terhadap Allah?. Maka Rasulullah pun menjawab Tidak wahai putri Abu Bakar Ash Shiddiq, yang dimaksud dengan ayat itu adalah mereka yang shalat, puasa, bersedekah namun mereka takut tidak diterima oleh Allah.โ€ HR. Tirmidzi dengan sanad shahih Ya saudaraku, di antara hal yang dapat membantu kita untuk ikhlas adalah ketika kita takut akan tidak diterimanya amal kebaikan kita oleh Allah. Karena sesungguhnya keikhlasan itu tidak hanya ada ketika kita sedang mengerjakan amal kebaikan, namun keikhlasan harus ada baik sebelum maupun sesudah kita melakukan amal kebaikan. Apalah artinya apabila kita ikhlas ketika beramal, namun setelah itu kita merasa hebat dan bangga karena kita telah melakukan amal tersebut. Bukankah pahala dari amal kebaikan kita tersebut akan hilang dan sia-sia? Bukankah dengan demikian amal kebaikan kita malah tidak akan diterima oleh Allah? Tidakkah kita takut akan munculnya perasaan bangga setelah kita beramal shalih yang menyebabkan tidak diterimanya amal kita tersebut? Dan pada kenyataannya hal ini sering terjadi dalam diri kita. Sungguh amat sangat merugikan hal yang demikian itu. 5 Tidak Terpengaruh oleh Perkataan Manusia Pujian dan perkataan orang lain terhadap seseorang merupakan suatu hal yang pada umumnya disenangi oleh manusia. Bahkan Rasulullah pernah menyatakan ketika ditanya tentang seseorang yang beramal kebaikan kemudian ia dipuji oleh manusia karenanya, beliau menjawab, โ€œItu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin.โ€ HR. Muslim Begitu pula sebaliknya, celaan dari orang lain merupakan suatu hal yang pada umumnya tidak disukai manusia. Namun saudaraku, janganlah engkau jadikan pujian atau celaan orang lain sebagai sebab engkau beramal saleh, karena hal tersebut bukanlah termasuk perbuatan ikhlas. Seorang mukmin yang ikhlas adalah seorang yang tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan manusia ketika ia beramal shalih. Ketika ia mengetahui bahwa dirinya dipuji karena beramal shalih, maka tidaklah pujian tersebut kecuali hanya akan membuat ia semakin tawadhu rendah diri kepada Allah. Ia pun menyadari bahwa pujian tersebut merupakan fitnah ujian baginya, sehingga ia pun berdoa kepada Allah untuk menyelamatkannya dari fitnah tersebut. Ketahuilah wahai saudaraku, tidak ada pujian yang dapat bermanfaat bagimu maupun celaan yang dapat membahayakanmu kecuali apabila kesemuanya itu berasal dari Allah. Manakah yang akan kita pilih wahai saudaraku, dipuji manusia namun Allah mencela kita ataukah dicela manusia namun Allah memuji kita? 6 Menyadari bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka Sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari bahwa orang-orang yang dia jadikan sebagai tujuan amalnya itu baik karena ingin pujian maupun kedudukan yang tinggi di antara mereka, akan sama-sama dihisab oleh Allah, sama-sama akan berdiri di padang mahsyar dalam keadaan takut dan telanjang, sama-sama akan menunggu keputusan untuk dimasukkan ke dalam surga atau neraka, maka ia pasti tidak akan meniatkan amal perbuatan itu untuk mereka. Karena tidak satu pun dari mereka yang dapat menolong dia untuk masuk surga ataupun menyelamatkan dia dari neraka. Bahkan saudaraku, seandainya seluruh manusia mulai dari Nabi Adam sampai manusia terakhir berdiri di belakangmu, maka mereka tidak akan mampu untuk mendorongmu masuk ke dalam surga meskipun hanya satu langkah. Maka saudaraku, mengapa kita bersusah-payah dan bercapek-capek melakukan amalan hanya untuk mereka? BACA JUGA Riya dan Ikhlas Ibnu Rajab dalam kitabnya Jamiul Ulum wal Hikam berkata โ€œBarang siapa yang berpuasa, shalat, berzikir kepada Allah, dan dia maksudkan dengan amalan-amalan tersebut untuk mendapatkan dunia, maka tidak ada kebaikan dalam amalan-amalan tersebut sama sekali, amalan-amalan tersebut tidak bermanfaat baginya, bahkan hanya akan menyebabkan ia berdosaโ€. Yaitu amalan-amalannya tersebut tidak bermanfaat baginya, lebih-lebih bagi orang lain. 7 Ingin Dicintai, Namun Dibenci Saudaraku, sesungguhnya seseorang yang melakukan amalan karena ingin dipuji oleh manusia tidak akan mendapatkan pujian tersebut dari mereka. Bahkan sebaliknya, manusia akan mencela dan membencinya. Rasulullah SAW bersabda, โ€œBarang siapa yang memperlihat-lihatkan amalannya maka Allah akan menampakkan amalan-amalannya โ€œ HR. Muslim Akan tetapi, apabila seseorang melakukan amalan ikhlas karena Allah, maka Allah dan para makhluk-Nya akan mencintainya sebagaimana firman Allah taโ€™ala ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู ุณูŽูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ูˆูุฏู‘ู‹ุง โ€œSesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang.โ€ QS. Maryam 96 Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia akan menanamkan dalam hati-hati hamba-hamba-Nya yang shalih kecintaan terhadap orang-orang yang melakukan amal-amal saleh yaitu amalan-amalan yang dilakukan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Nabi-Nya . Tafsir Ibnu Katsir. Dalam sebuah hadits dinyatakan โ€œSesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata wahai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah kecintaan padanya di bumi. Dan sesungguhnya apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata wahai Jibril, sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah ia. Maka Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit sesungguhnya Allah membenci fulan, maka benciilah ia. Maka penduduk langit pun membencnya. Kemudian ditanamkanlah kebencian padanya di bumi.โ€ HR. Bukhari Muslim Hasan Al Bashri berkata โ€œAda seorang laki-laki yang berkata Demi Allah aku akan beribadah agar aku disebut-sebut karenanyaโ€™. Maka tidaklah ia dilihat kecuali ia sedang shalat, dia adalah orang yang paling pertama masuk mesjid dan yang paling terakhir keluar darinya. Ia pun melakukan hal tersebut sampai tujuh bulan lamanya. Namun, tidaklah ia melewati sekelompok orang kecuali mereka berkata lihatlah orang yang riya iniโ€™. Dia pun menyadari hal ini dan berkata tidaklah aku disebut-sebut kecuali hanya dengan kejelekan, โ€™sungguh aku akan melakukan amalan hanya karena Allahโ€™. Dia pun tidak menambah amalan kecuali amalan yang dulu ia kerjakan. Setelah itu, apabila ia melewati sekelompok orang mereka berkata โ€™semoga Allah merahmatinya sekarangโ€™. Kemudian Hasan al bashri pun membaca ayat โ€œSesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang.โ€ Tafsir Ibnu Katsir. Wallahualam. [] SUMBER IKADI